Y4N - Media, Gagasan, dan karya dari papua

OAP Harus Berani Menolak Kesepakatan Gelap dalam Proyek

Afirmasi OAP harus melahirkan pengusaha yang mandiri, jujur, dan bertanggung jawab, bukan sekadar perusahaan yang memakai nama OAP untuk kepentingan segelintir orang.

admin y4n.site

4/26/20263 min read

Gbr. Ilustrasi

Oleh: Yerry A. Nawipa
Ketua Analisis Papua Strategis (APS) Mimika
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Mimika

Timika - y4n.site - Pengusaha, kontraktor, dan pelaku UMKM Orang Asli Papua harus berani membangun jalan ekonomi dengan cara yang jujur, terbuka, profesional, dan bermartabat. Afirmasi untuk OAP tidak boleh hanya menjadi slogan dalam kebijakan, tetapi harus benar-benar menjadi ruang pemberdayaan ekonomi bagi Orang Asli Papua di atas tanahnya sendiri.

Selama ini kita sering mendengar istilah afirmasi OAP dalam proyek, tender, pengadaan barang dan jasa, maupun pemberdayaan UMKM lokal. Tetapi dalam praktiknya, afirmasi itu sering kali tidak sampai kepada pengusaha OAP yang benar-benar bekerja. Nama OAP dipakai, identitas OAP dipasang, tetapi kendali pekerjaan, aliran keuntungan, dan keputusan utama justru berada di tangan pihak-pihak tertentu di balik layar.

Inilah yang harus kita koreksi bersama.

Sebagai Ketua Analisis Papua Strategis Mimika dan Wakil Ketua KADIN Mimika, saya melihat bahwa pembangunan ekonomi OAP tidak boleh terus-menerus terjebak dalam pola lama: perusahaan titipan, perusahaan boneka, fee tidak wajar, komitmen tersembunyi, dan permainan tender yang merusak kepercayaan publik.

Jika ada pengguna anggaran, Pokja, pejabat teknis, konsultan, kontraktor besar, atau pihak-pihak tertentu yang menggunakan nama OAP hanya untuk mengamankan paket pekerjaan, maka itu bukan afirmasi. Itu adalah bentuk baru dari penguasaan ekonomi atas nama OAP.

Afirmasi OAP seharusnya melahirkan pengusaha yang kuat, mandiri, jujur, dan profesional. Bukan melahirkan perusahaan baru yang hanya dipakai sebagai bendera, sementara OAP tetap menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Karena itu, pengusaha, kontraktor, dan UMKM OAP harus berani mengambil sikap tegas. Jangan mau masuk dalam kesepakatan gelap. Jangan mau menerima komitmen tersembunyi. Jangan mau dipakai hanya sebagai nama dalam dokumen. Jangan mau menjadi alat untuk melegitimasi permainan yang merugikan masa depan ekonomi OAP.

Kita harus berani berkata: tidak untuk KKN, tidak untuk perusahaan boneka, tidak untuk komitmen gelap, dan tidak untuk permainan tender.

Keberanian satu pengusaha OAP untuk menolak jalan kotor akan membuka jalan bagi banyak pengusaha OAP lainnya. Ketika satu orang berdiri dengan jujur, ia sedang membangun pintu bagi generasi berikutnya. Tetapi ketika satu orang ikut dalam permainan kotor, maka ia bukan hanya merusak nama dirinya sendiri, tetapi juga menutup kesempatan bagi banyak OAP lain yang ingin bekerja secara benar.

Kita harus mengubah cara pandang. Pengusaha OAP tidak boleh hanya mengejar paket proyek. Pengusaha OAP harus membangun reputasi. Reputasi itu dibangun dari kejujuran, kualitas kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian menolak praktik yang tidak benar.

Maka standar baru ekonomi OAP harus kita bangun bersama:

Kerja jujur.
Tender transparan.
Tolak KKN.
Tolak perusahaan boneka.
Tolak komitmen gelap.
Jaga nama baik OAP.
Bangun kapasitas pengusaha lokal.
Perkuat UMKM dan kontraktor asli Papua.
Dorong pengawasan publik terhadap proyek dan anggaran.

Saya juga mengajak pemerintah daerah, pengguna anggaran, Pokja, aparat pengawasan internal, lembaga adat, gereja, organisasi pengusaha, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk ikut mengawal proses ini. Afirmasi OAP tidak cukup hanya ditulis dalam aturan. Afirmasi harus diawasi dalam pelaksanaan.

Siapa pemilik perusahaan? Siapa yang mengerjakan proyek? Siapa yang mengendalikan keuangan? Siapa yang menikmati hasilnya? Apakah benar perusahaan itu dikelola oleh OAP, atau hanya memakai nama OAP untuk kepentingan orang lain?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini harus mulai menjadi budaya pengawasan publik.

OAP tidak boleh hanya dipakai sebagai nama. OAP harus menjadi pelaku utama. OAP harus bekerja, mengelola, bertanggung jawab, mengambil risiko, membangun kapasitas, dan menikmati hasil pembangunan secara adil.

Kita tidak menolak pembangunan. Kita tidak menolak investasi. Kita tidak menolak kerja sama. Tetapi kita menolak cara-cara kotor yang membuat OAP tetap tertinggal di tengah kekayaan dan pembangunan di tanahnya sendiri.

Pembangunan yang benar harus melahirkan keadilan. Tender yang benar harus melahirkan kepercayaan. Afirmasi yang benar harus melahirkan pengusaha OAP yang kuat dan mandiri.

Kalau pintu proyek dibuka dengan kejujuran, maka banyak anak Papua akan ikut masuk dan bertumbuh. Tetapi kalau pintu proyek dibuka dengan KKN, maka masa depan ekonomi OAP akan terus dikunci oleh kepentingan segelintir orang.

Saatnya pengusaha OAP berdiri dengan integritas.
Saatnya kontraktor OAP bekerja dengan profesional.
Saatnya UMKM OAP masuk dalam rantai ekonomi daerah.
Saatnya afirmasi OAP dikembalikan kepada tujuan yang benar: membangun Orang Asli Papua menjadi tuan di atas tanahnya sendiri.

Bukan mencari jalan pintas, tetapi membangun jalan yang benar.
Bukan menjadi bendera orang lain, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi Papua.

admin y4n.site